CINTA TAK PERNAH BIAS
Pernahkah kau meragukan sebuah cinta? Jika iya, mengapa kau
meragukannya? Dan siapa yang membuatmu ragu tentang cinta?
/Cinta/
Keteguhan sebuah rasa,
pengumpul asa, pun tak perlu sebuah analisa. Banyak manusia yang tidak mudah
sekedar membicarakan cinta, juga banyak
yang dengan mudahnya mengutarakan cinta. Untuk mengutarakannya pun kau tak
perlu banyak menjaring teori, cukup kalbu yang mendeteksi. Setiap jiwa manusia
diberkati kalbu tidak hanya untuk merasakan senang ataupun sedih. Kalbu diutus untuk
menemukan kesejatian diri dalam hidup, kesucian menemukan cinta dan lalu lintas
doa pada yang maha kuasa. Semua berkah senantiasa selalu tercurah pada
ciptaanNya. Maha memberi apa yang terbaik untuk hambaNya, namun tak jarang kita
lupa,kita mengeluh, bahkan menyalahkan
takdir. Apa tidak bisa kita menyebut ini cinta? Jika bisa, semoga jalan terang
dan ridhoNya selalu menuntun kita dalam kebaikan.
/Cinta semu/
Cinta pada sesama
manusia adalah hal yang paling sering dibicarakan. Cerita cinta, berpacaran,
mengumbar cinta. Dia mencintaiku, aku mencintainya kata-kata yang tak asing
lagi untuk mendengar dan mengucapnya. Namun terkadang mereka memutarbalikkan
kata tersebut menjadi cinta itu menyakitkan, cinta itu penuh pengkhianatan, aku
tidak lagi mencintainya. Sungguh mudahnya
hati dibolak-balikkan. Apa kau pikir cinta mempermainkanmu? Tidak, diri kitalah
yang salah dalam memaknainya, kalbu melemah akibat keteguhannya terbiaskan. Maka
dari itu kita sulit menemukan kesejatian cinta. Kita terlalu banyak bermain
dengan goda dengan mengatasnamakan cinta. Cinta itu ada dalam setiap kehidupan,
kesucian dan keteguhan kalbu adalah alat pendeteksinya. Tak ada cinta yang
bias, jika kau anggap karena cinta kau terluka, itu berarti kau salah memaknai
cinta. Mengenalinya butuh waktu, butuh proses dan kedekatan pada penciptaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar