Sabtu, 02 September 2017

CINTA TAK PERNAH BIAS



CINTA TAK PERNAH BIAS
Pernahkah kau meragukan sebuah cinta? Jika iya, mengapa kau meragukannya? Dan siapa yang membuatmu ragu tentang cinta?

/Cinta/
             Keteguhan sebuah rasa, pengumpul asa, pun tak perlu sebuah analisa. Banyak manusia yang tidak mudah sekedar  membicarakan cinta, juga banyak yang dengan mudahnya mengutarakan cinta. Untuk mengutarakannya pun kau tak perlu banyak menjaring teori, cukup kalbu yang mendeteksi. Setiap jiwa manusia diberkati kalbu tidak hanya untuk merasakan senang ataupun sedih. Kalbu diutus untuk menemukan kesejatian diri dalam hidup, kesucian menemukan cinta dan lalu lintas doa pada yang maha kuasa. Semua berkah senantiasa selalu tercurah pada ciptaanNya. Maha memberi apa yang terbaik untuk hambaNya, namun tak jarang kita lupa,kita  mengeluh, bahkan menyalahkan takdir. Apa tidak bisa kita menyebut ini cinta? Jika bisa, semoga jalan terang dan ridhoNya selalu menuntun kita dalam kebaikan. 

/Cinta semu/
             Cinta pada sesama manusia adalah hal yang paling sering dibicarakan. Cerita cinta, berpacaran, mengumbar cinta. Dia mencintaiku, aku mencintainya kata-kata yang tak asing lagi untuk mendengar dan mengucapnya. Namun terkadang mereka memutarbalikkan kata tersebut menjadi cinta itu menyakitkan, cinta itu penuh pengkhianatan, aku tidak lagi mencintainya.  Sungguh mudahnya hati dibolak-balikkan. Apa kau pikir cinta mempermainkanmu? Tidak, diri kitalah yang salah dalam memaknainya, kalbu melemah akibat keteguhannya terbiaskan. Maka dari itu kita sulit menemukan kesejatian cinta. Kita terlalu banyak bermain dengan goda dengan mengatasnamakan cinta. Cinta itu ada dalam setiap kehidupan, kesucian dan keteguhan kalbu adalah alat pendeteksinya. Tak ada cinta yang bias, jika kau anggap karena cinta kau terluka, itu berarti kau salah memaknai cinta. Mengenalinya butuh waktu, butuh proses dan kedekatan pada penciptaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar